Betapa bodohnya diriku
Mau diduakan dirimu
Namun bila hati bicara
Aku sayang padamu
Kau takkan pernah tinggalkannya
Di hatimu cuma dia
Tetap jua kau inginkanku
Kini apa dayaku
Putuskan dia oh kasih
Agar kau tak tersaingi
Sungguh ku benci dirimu
Yang tak bisa memilih
Namun harus kuakui
Sukar untuk lepaskanmu
Akhirnya aku undur diri
Demi dia dan kamu
Betapa bodohnya diriku
Mau diduakan dirimu
Namun bila hati bicara
Aku sayang padamu
Bilang saja terus terang
Apa yang kau inginkan
Muak diriku dengan sikapmu
Posted at 06:09 pm by LuvAdya
Permalink
Dulu engkau kenali
Tak pernah ku sedar
Dari mata yang memandang penuh pengertian
Tapi saat itu telah berubah
Di persimpang usia
Antara kita tak mampu lagi
Berselindung dengan alasan
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dalam jalinan yang kita bina berdua
Namun apakah erti bila
Keinginan terlanjur
Lalu menganggu kala dirimu
Selalu ada disisi
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dari mata yg penuh pengertian
Namun apakah erti bila
Keinginan telah terlanjur
Lalu menganggu sanubariku
Ku cuba bayangkan waktu dulu
Gurau senda serta pujukan mu
Puisi indah menyatakan kata rinduku
Masa yang lalu meragui
Seluruh harapan muncul kini
Mengapa dan bertanya di mana kesudahan kita
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
Posted at 02:38 am by LuvAdya
Permalink

Purnama Merindu
Bermaknakah tiap baris kata-kata
Ataukah hanya dibibir saja
Bersungguhkah rindu yang engkau pamerkan
Ataukah sekadar hanya lakonan
Rindu... telah melekat dalam hatiku
Walau awan berlalu
Rinduku... tak berubah... arah
Purnama mengambang... cuma berteman
Bintang berkelipan dan juga awan
Siapa tahu...
Rindu yang mencengkam di hatiku
Aku meminta pada yang ada
Aku merindu pada yang kasih
Aku merayu padamu yang sudi... merindu ku
Purnama mengambang berbagai warna
Bila embun pun datang bintang purnama
Tinggallah aku sendirian bertemankan malam sepi
Aku meminta pada yang ada
Aku merindu pada yang kasih
Aku merindu padamu yang sudi memujuk
Hiaskanlah cinta di jari manisku
Sinarkan bagai gemerlap kencana
Tandakanlah kasih dimercu kalbu
Serikanlah purnama yang merindu
Posted at 10:04 pm by LuvAdya
Permalink

Pandang-pandang hati berkenan
Tidur malam wajah terbayang
renung-renung hati keliru
siapakah dihatimu
jeling-jeling baru memandang
dua mata bertentang mata
harap-harap bertemu
bimbang nanti rasa menunggu
Pandang-pandang hati berkenan
Tidur malam wajah terbayang
Harap-harap ulang bertemu
Bimbang nanti resah menunggu
Lama-lama... lama apa
Lama rindu... pada siapa
Pada teruna idaman
Rasa-rasa... rasa apa
Rasa pilu... Eh! kenapa
Hai dia buat tak tahu
Jauh-jauh... jauh apa
Jauh hati... hati siapa
Hati kita yang terluka
Rasa-rasa... rasa apa
Rasa malu... Eh! kenapa
Tangan bertepuk sebelah
Dapatkah... ku inginkan
Hatimu dan hatiku
Berpadu jadi satu
Jauh-jauh orang berpesan
Yang di sana sedang merindu
Harap-harap masa terluang
Ada waktu ingin bertemu
Jauh-jauh menuai padi
Tidak lalang tumbuh sebendang
Harap-harap kasih menjadi
Dua jiwa berpasangan
Cintaku... cintamu
Suci berpadu
Rinduku... rindumu
Mekar menjadi satu
Dua jiwa berpasangan
Dua cinta berpautan
Senandungkanlah alam
Irama cinta suci
Posted at 08:53 pm by LuvAdya
Permalink

Saatnya ku berkata
Mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua
Kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini
Dan bila hatimu termenung
Bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu
Cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini
Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini
Tak usah kau tanyakan lagi
Simpanan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari
Semua rasa yang kau beri
~Peterpan~
Posted at 01:07 am by LuvAdya
Permalink
Hoo...hoo..hoo...
hoo...hoo...hoo...
Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri.
Dengan setulus hati...
Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan Rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi...
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumah tangga
Agar kita lebih bersedia
menuju hari yang bahagia...
Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku, ohh..kasih
Bersabarlah sayang...
Saat indah kan menjelma jua
Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan, ohh..kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahagia...
Semoga cinta kita
Didalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan...
Posted at 12:38 am by LuvAdya
Permalink

Peliharakanlah Kami, Ya Allah...


Jangan Pisahkan
Biar cinta
Terhalang gunung dan samudera
Aku tetapMemegang janjiku padamu
Biar jurang
Yang terjal ada didepanku
Takkan goyah
Sumpahku kepada diri
Kita bagai kumbang dan bunga
Hatiku pasti hatimu jua
Namun mengapa ada saja
Yang benci tulus cinta kita
Jangan pisahkan, aku dan dia
Tuhan tolonglah, ku cinta dia
Biarkan kami tetap bersama
Di dalam suka dan duka
**Ya Allah, jangan pisahkan kami...Restui kami, Ya Allah...Bimbinglah kami ke jalan yang lurus dan benar.Sesungguhnya kasih sayang-Mu amat penting bagi kami...**
Posted at 08:14 pm by LuvAdya
Permalink
DOA MENDAPAT REZEKI HALAL

Maksudnya : "Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Kaya, wahai Zat Yang Maha Terpuji, wahai Zat Yang Memulai, wahai Zat Yang Mengembalikan, wahai Zat Yang Maha Penyayang, wahai Zat Yang Maha Pengasih. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain-Mu Semoga Allah sentiasa melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W, keluarga dan para sahabat beliau."
DOA UNTUK MEMPELAI
Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a bainakumaa fii khairin.
"Semoga Allah memberikan restu kepadamu dan semoga kamu berdua hidup rukun dan bahagia"
Posted at 08:02 pm by LuvAdya
Permalink

Terima kasih Zie...Ajak abang aku sekali leh? ahaksss....
Posted at 09:27 pm by LuvAdya
Permalink

Manja Kekasihku
Manja engkau sumber ilhamku
Manja penyeri malam-malamku
Manja datanglah engkau padaku
Bersama harum haruman kasihmu oh...
Manja engkau penawar rinduku
Manja aku menyintaimu
Manja oh... oh manjaku
Tanpa hadir kasih tak bererti
Oh oh Manja
Katakanlah hanya aku di hatimu
Berkatalah engkau cinta kepadaku
Percayalah aku sayang kepadamu
Percayalah rinduku hanya untukmu
Selama-lamanya
Meranalah
Diriku andainya kau pergi
Menangislah
Jiwaku andainya kehilangan dirimu
Kutanamkan impian
Kulebarkan harapan
Moga kita hidup bahagia oh...
Oh... manja
Posted at 07:23 pm by LuvAdya
Permalink